'Dapur Pritha' Masakan Pasta Yang Memberi Berkah

 UMKM Space Dapur Pritha

Ditengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, industri makanan masih merupakan peluang bisnis favorit yang diminati masyarakat. Salah satunya adalah makanan pasta. Di Indonesia, makanan khas Italia ini sudah banyak dari kita yang bisa membuatnya sendiri di rumah-rumah. Dengan bermodalkan internet, semua resep bisa di praktekkan, oleh sebab itu tidaklah mengherankan jika masyarakat kita mahir membuat makanan pasta sendiri, lalu menjadikannya sebagai peluang usaha rumahan, ditambah lagi saat ini usaha kuliner mengalami lonjakan pesat sejak bisnis makanan dilakukan lewat media online oleh sebab kondisi pandemi. 

Peluang bisnis kuliner online inilah yang dilirik oleh Dimas Lotus Suseno, seorang anak muda kelahiran Oktober 1991, yang telah menikah. Usaha ini ia bangun di masa pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia yaitu pada tahun 2020, dikarenakan adanya faktor ekonomi untuk membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan akibat dampak Covid-19. 

Bisnis makanan pasta yang  diberi nama "Dapur Pritha" oleh Dimas dimulai tidak hanya melalui media online saja, tetapi juga di pasarkan melalu banyak cara, salah satunya yang paling tradisional dan sampai saat ini dipercaya masih sangat efektif yaitu info dari mulut ke mulut. 

Bisnis makanan pasta yang  diawali dengan modal tiga ratus ribu rupiah oleh Dimas, tidak hanya ia pasarkan melalui Tokopedia dan Shopee sebagai salah satu online market favorit Indonesia, tetapi juga ia perkenalkan melalui akun media sosial facebook dan instagram serta komunitas grup Whatsapp yang dimilikinya.

Saat ini "Dapur Pritha" menyediakan berbagai makanan pasta, seperti Zuppa Soup, Macaroni Schottell panggang, Spaghetti brulle, dengan harga yang terjangkau yaitu Rp. 15.000 per-porsinya. Setiap orang tidak hanya dapat memesan melalui online market tempat Dimas memasarkan produk makanan buatannya, tetapi juga dapat memesan melalui aplikasi Gojek dan Grab sebagai mitra penunjang pelayanan bagi usahanya. 

Dimas sengaja berkerjasama dengan Gojek dan Grab untuk jasa Gofood, Gosend, Grabfood dan Grab Express, tujuannya untuk mempermudah bagi yang ingin memesan delivery dengan cepat. Sekarang berkat kecanggihan teknologi yang dimanfaatkan oleh Dimas, setiap hari sepuluh sampai dengan lima puluh pesanan sudah pasti ia layani, rata-rata setiap bulan jika pesanan sedang ramai ia dapat mencapai seratus pesanan. Akibatnya setiap bulan Dimas berhasil mengantongi lima ratus ribu sampai dengan tiga juta rupiah, tergantung dari banyak tidaknya pesanan yang masuk, rata-rata pesanan berasal dari wilayah Jabodetabek, semua hasil ini tentunya berkat keseriusan Dimas di dalam menjalani usahanya.

Sebuah bisnis tidak selalu mudah dan tidak selalu sulit untuk dimulai, semua tergantung dari pribadi kita, tetapi kadangkala oleh karena keadaan, kita bisa seperti dipaksa untuk memulainya, namun tidak ada salahnya untuk dicoba. Apa yang dialami oleh Dimas, melalui "Dapur Pritha" usaha kuliner masakan pasta yang akhirnya memberi berkah bagi hidupnya, sekarang ia memiliki usaha sendiri yang mandiri tanpa bergantung kepada orang lain. Mudah-mudahan anak-anak muda kita juga bisa seperti Dimas yang tidak mudah menyerah didalam segala situasi sebab jika dijalankan dengan baik maka akan memberikan faedah yang tak ternilai bagi semua.

UMKM Space - Dapur Pritha - Dimas
IG     @dapur_pritha
FB    Dapur Pritha