'Pawon Buric Dimsum' Made In Indonesia Soal Rasa Jangan Ditanya

UMKM Space Pawon Buric Dimsum

Dimsum sudah dikenal sejak jaman dahulu oleh para pedagang yang melewati Jalur Sutra, sebuah jalur perdagangan internasionl kuno dari peradaban Cina yang menghubungkan wilayah barat dan timur, yang mempertemukan antara pedagang barat dengan pedagang timur. Di sepanjang Jalur Sutra terdapat kedai teh sebagai tempat peristirahatan bagi para pedagang yang sedang melewati jalur tersebut, mereka dapat menikmati secangkir teh dan makanan kecil yang dalam bahasa Kanton di sebut dimsum. Dimsum memang adalah makanan kecil khas Kanton, biasanya di makan pada saat sarapan pagi dan di temani dengan secangkir teh hangat. Lalu lambat laun menjadi sangat dikenal di berbagai negara khususnya Asia, oleh sebab di bawa oleh para pedagang yang melalui Jalur Sutra. 

Saat ini Dimsum juga telah masuk ke Indonesia, peminat Dimsum di nusantara juga banyak, sehingga tidak sedikit yang akhirnya mencoba terjun ke usaha makanan Dimsum. Salah satunya adalah Ibu Siti Chaeronah, seorang ibu muda yang cantik. 

"Pawon Buric Dimsum" demikian nama yang diberikan ibu Siti untuk usaha Dimsumnya. Usaha yang telah berjalan lebih kurang empat tahun, awalnya bermula dari makanan favorit keluarga. Lalu ibu Siti melihat ini bisa menjadi peluang bisnis bagi dirinya, maka dimulailah usahanya pada tahun 2016, dengan modal awal tiga juta rupiah. Pada saat membangun "Pawon Buric Dimsum" ibu kelahiran Jakarta ini berfikir, usahanya ini selain dapat dinikmati oleh keluarga sendiri, orang luar juga bisa ikut menikmati makanan favorit mereka sekeluarga.

Usaha "Pawon Buric Dimsum" milik ibu Siti menyediakan berbagai macam Dimsum frozen aneka toping yang siap saji. Setiap pembeli dapat memanaskan sendiri di rumah dan di makan dalam kondisi masih hangat, sehingga kualitas rasa dari Dimsum tetap terjaga. 

Selain promosi melalui teman-teman, saudara-saudara terdekat, ibu Siti juga memasarkan produknya melalu IG. Patut diakui saat ini media sosial seperti instagram memang telah menjadi salah satu media yang wajib dimiliki para pelaku onlineshop agar jualan menjadi lebih mudah dan pelanggan dapat cepat terjangkau. 

Setiap hari berkisar seratus dimsum dapat diproduksi oleh ibu Siti dengan dibantu oleh satu orang karyawannya. Setiap bulan pendapatan rata-rata ibu dengan dua orang anak ini bisa berkisar sampai dengan delapan juta rupiah, tergantung dari banyaknya pesanan orderan yang masuk. 

Pada saat ini "Pawon Buric Dimsum" milik ibu Siti telah menjangkau seluruh wilayah Jabodetabek, dengan dibantu oleh Grabfood sebagai partner kerjanya, maka urusan pengiriman menjadi lebih mudah dan lebih cepat, sebab seringkali setiap bulan ibu Siti dapat menghabiskan 3000 sampai dengan 4000 dimsum yang terjual kepada para pelanggannya.

Harga setiap pak dimulai dari Rp.35.000 sampai dengan Rp. 40.000 dengan isi satu pak dimsum sepuluh buah. Bagi yang memesan banyak ibu Siti memberikan harga khusus yang ia sebut dengan harga ekonomis yaitu Rp. 120.000 dengan isi 40 buah dimsum. 

"Pawon Buric Dimsum" usaha kuliner yang cukup menjanjikan. Usaha yang dibangun sendiri oleh ibu siti adalah usaha rumahan oleh seorang ibu rumah tangga. Usaha yang berlokasi di perumahan Bumi Mutiara Gunung Putri Bogor ini juga dapat menjadi peluang bagi kita yang ingin memiliki usaha di rumah, tidak membutuhkan banyak modal ataupun tempat, asalkan minat bisa langsung di kerjakan. Atau bahkan ibu Siti juga membuka peluang bagi para reseller yang ingin membantu memperlancar usahanya, tentunya ada harga khusus untuk reseller dengan syarat minimal order sepuluh pak. Ayo, siapa yang minat dapat menghubungi ibu Siti di sini 👇


UMKM Space Siti Chaeronah Owner Pawon Buric Dimsum