'Mie Ayam Instan Kang Ibay' Usaha Kuliner Yang Mengangkat Kearifan Lokal dan Kultur Tanah Pasundan

UMKM Space Mie Instan Kang Ibay

Mie ayam aslinya berasal dari Tiongkok terutama dari daerah pelabuhan Fujian dan Guandong. Lalu mulai hijrah ke Indonesia melalui jalur perdagangan dan sampai saat ini menjadi makanan tradisional nusantara khususnya wilayah Jawa. Makanan yang terbuat dari mie kuning yang direbus lalu di beri bumbu ayam dan sayuran ini telah sangat umum dikenal dan peminatnya juga merata dari berbagai lapisan. Bahkan sekarang banyak yang membuat mie ayam dengan kreasi-kreasi yang inovatif. Salah satunya adalah El Parlind Ronny Septiano, pria kelahiran Bandung pemilik "Mie ayam instan Kang Ibay"

Menu-menu yang disediakan di kedai "Mie ayam instan Kang Ibay", diberi nama-nama yang unik, tujuan pemiliknya agar pelanggan mudah mengingatnya. 
Berikut adalah menu-menu kreatif karya Ronny pemilik Mie Ayam Instan Kang IbayMantan (mie ayam instan), Mabuk (mie ayam baso instan kuah kare), Minyak Rem (mie ayam instan kuah rempah).

Ronny menjelaskan bahwa menu-menu ini muncul  disebabkan oleh karena 'kreasi sebuah inovasi yang tercipta karena masa pandemi dimana customer khawatir akan produk yang mereka beli kotor, atau terpapar saat di perjalanan, maka kami menciptakan menu Mantan, Mabuk, dan Minyak Rem, yang mana kesemuanya itu tergolong kedalam makanan instan, yang penyajiannya tidak membutuhkan waktu lama, makanan pun siap disajikan. Produk ini dikemas rapi tertutup dengan desain menarik yang mengangkat kearifan lokal dan kultur tanah pasundan. Inovasi ini membuat mie ayam yang dikenal sebagai kuliner biasa menjadi kuliner luar biasa dan berkelas, dengan penyajian yang mudah dan dengan tampilan yang menarik'.

Menu-menu tersebut tidak hanya namanya yang unik tetapi harganya juga cukup dikantong. Semua menu diberikan harga yang berbeda sesuai dengan variannya. Ronny juga membuka peluang bagi yang ingin membantu menjalankan usahanya sebagai reseller atau distributor, ia memberikan diskon khusus dengan minimal order tentunya.

Mantan (mie ayam instan) harga seporsinya Rp.12.000, harga reseller Rp. 11.000 dengan minimum order 30 porsi, ada juga harga distributor dengan minimum order 100 porsi dengan harga perporsi Rp. 10.000 

Mabuk (mie ayam baso instan kuah kare) seharga Rp. 15.000,  bagi reseller dengan minimum 50 porsi diberi harga Rp. 14.000 setiap porsinya. Harga distributor Rp. 13.000 dengan minimum order 100 porsi.

Minyak Rem (mie ayam instan kuah rempah) perporsi seharga Rp. 12.000, bagi reseller Rp. 11.000 dengan  minimum order 50 porsi, sedangkan untuk distributor diberikan harga Rp. 10.000 dengan minimum order 100 porsi.

Usaha mie ayam instan yang saat ini berlokasi di Jl. H. Anwar No.29 Rt.002/006 Cibuntu, Bandung Kulon memiliki kisah yang tidak mulus pada awalnya, Ronny menjelaskan bahwa usahanya ini 'berdiri pada tahun 2017 di lapangan futsal Supratman Bandung, pada saat itu kita mulai dengan menu Bakso dan minuman milkshake, tidak lama ada kebijakan Pemda dimana lapang olahraga tidak boleh ada pelaku ukm yang berjualan, akhirnya kami pun pindah ke daerah Parongpong Bandung Barat pada tahun 2018 akhir. Penjualan disana dirasakan sangat kurang karena daerahnya yang masih sepi, akhirnya kami pun pindah ke Jl. Dungus cariang Bandung pada tahun 2019. Disana kami mulai masuk ke 2 platform raksasa yaitu GoFood dan Grabfood, disana kami menambahkan menu Mie ayam dan Salad Buah, tetapi terdapat kendala dari beberapa mitra driver yang kesulitan menemukan lokasi kami, akhirnya pertengahan 2019, kami pindah ke Jl. H. Anwar No. 29 Bandung sampai dengan saat ini, disini kami menambahkan beberapa menu inovasi diantaranya Mantan, Mabuk, Minyak Rem dan SpringRoll basah Vietnam'.

Dari kisah Ronny ini kita dapat melihat bahwa didalam merintis suatu bisnis diperlukan konsistensi dan ketekunan. Ronny meskipun mengalami banyak kendala dalam merintis usahanya ia tetap bersemangat dengan pantang menyerah terus mencoba dan berusaha agar usaha yang telah ia mulai dengan modal dua puluh lima juta rupiah ini jangan sampai menjadi sia-sia.

Saat ini usaha mie ayam instan milik Ronny telah sangat berkembang, pelanggan yang dimilikinya sudah menjangkau skala nasional. Para pelanggan setianya saat ini menyebar dari wilayah Jawa Barat, Jakarta, Jawa tengah, Jawa timur, Kalimantan, dan Riau. Suatu prestasi yang mengagumkan, untuk suatu usaha kecil menengah yang baru dirintis lebih kurang tiga tahun, patut di acungkan jempol 👍

Setiap hari lima puluh sampai dengan seratus porsi mie ayam instan diproduksi, rata-rata perbulan berkisar seribu mangkok mie bisa habis terjual di kedai mie ayam instan Kang Ibay. Pendapatan perbulannya saat ini telah mencapai lima puluh juta rupiah. Semua di komersilkan dengan sistem pemasaran melalui online market, yaitu Tokopedia dan Shopee. Tetapi Ronny juga memasukkan usahanya ini di food.id tujuannya agar para penggemar mie dapat menemukan dengan mudah mie ayam instan miliknya.

Berkat kreatifitas Ronny maka mie ayam instan buatannya menjadi khas, selain karena namanya unik, tetapi juga dikemas sedemikian rupa menjadi mie ayam yang instan sehingga mempermudah pelanggannya mengkonsumsi tanpa takut tidak higenis. Inovasi ini muncul berkat kejelian Ronny didalam melihat pangsa pasar saat ini. Sungguh ini adalah suatu kecerdasan dalam berbisnis di dalam diri Rony. Tetapi semua usahanya ini tidak serta merta terjadi begitu saja, kita telah mendengar kisahnya, semua di lewati dengan perjuangan yang tidak kenal lelah, agar tercapai semua cita-cita. Pria asli pasundan ini tanpa disadari telah memenangkan impiannya untuk menjadi seorang pengusaha kuliner yang kreatif dan inovatif penuh dengan ide-ide untuk menaikkan kelas makanan tradisional menjadi tidak biasa, menarik namun tetap menjaga budaya dan kearifan lokal, khususnya wilayah Jawa Barat. Semangat Kang...✊

UMKM Space mie ayam instan kang ibay
IG    @bakso_kangibay
FB    bakso.kangibay