'Kedai Lesan' Peluang Usaha Ditengah Pandemi Memberi Manfaat Bagi Sesama

UMKM Space Kedai Lesan

Ditengah pandemi sesungguhnya tidak hanya ada kesulitan, tetapi jika kita jeli juga ada peluang yang bisa kita dapatkan. Seperti peluang usaha membuka kedai makanan dan minuman. Meskipun ada protokol kesehatan yang wajib kita patuhi namun hal itu bukan alasan bagi kita untuk tidak mencoba memulai suatu usaha baru. Apalagi bisnis makanan dan minuman di tengah-tengah krisis ekonomi karena pandemi juga merupakan peluang yang sangat menjanjikan. Selama makanan yang di sajikan bersih, higienis tidak kotor dan enak serta murah, maka sudah dipastikan banyak peminatnya, apalagi dibuka untuk tujuan mulia yaitu membantu memberikan pekerjaan kepada yang membutuhkan khususnya yang terkena PHK akibat dampak Covid-19.

Pamungkas Susanto seorang pria kelahiran Jakarta yang saat ini berusia 33 tahun memiliki tujuan yang mulia tersebut, ia membuka usaha yang diberi nama "Kedai Lesan" di tengah pandemi Covid-19 oleh sebab hatinya tergerak untuk membantu sesama karena banyak yang terkena PHK.

"Kedai Lesan" bertempat disebuah ruko yang beralamat di Perumahan Villa Nusa Indah 5 Ruko SB1/14 Ciangsana Bojong Kulur Bogor. Demi membantu sesamanya Pamungkas Susanto mempekerjakan enam orang untuk membantu di kedainya. Karena niat hatinya yang mulia maka meskipun baru dibuka tahun 2020 "Kedai Lesan" telah memiliki omset setiap bulan minimal lima juta rupiah. Meskipun modal awal lima puluh juta yang telah dikeluarkan oleh Susanto untuk membangun kedainya ini belum kembali 100%, namun hatinya senang karena bisa membantu sesama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.

"Kedai Lesan" milik Susanto memiliki aneka menu makanan dan minuman, diantaranya adalah mie ayam, bakso, nasi goreng, kopi dan minuman jamu empon-empon. Harga yang diberikan untuk setiap menu bervariasi untuk makanan berkisar dari Rp. 10.000 sampai dengan Rp. 12.ooo tergantung banyaknya pesanan. Untuk pesanan banyak minimal 30 porsi mie ayam biasa Susanto memberikan harga khusus RP. 10.000 per porsinya, sedangkan untuk bakso urat dengan harga yang sama juga bisa di berikan asalkan pesanan minimal 50 porsi.

Setiap hari lima puluh sampai dengan seratus porsi makanan dapat dilayani oleh Susanto dengan ke-enam karyawannya. Rata-rata 2.600 porsi bisa terjual habis di "Kedai Lesan" setiap bulannya. Saat ini "Kedai Lesan"  telah di kenal diseluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Semua ini tentunya berkat semangat dan kerja keras Susanto dan tim tentunya.

Bisnis kuliner makanan dan minuman tidak dipungkiri memang merupakan salah satu bisnis yang sukses bertahan di tengah kondisi pandemi yang melanda dunia. Generasi milenial seperti Susanto diajak jeli untuk melihat peluang ini tujuannya agar generasi muda kita dapat memiliki usaha mandiri untuk menunjang finansial tetap stabil. Apalagi jika ada tujuan mulia untuk membantu sesama seperti Susanto seorang usahawan muda pemilik "Kedai Lesan".

IG     @lesankedai