'Biyang Ramu' Jamu Tradisional Homemade Yang Menyehatkan Bangsa

UMKM Space Biyang Ramu

"Biyang Ramu" adalah jamu homemade yang dibuat dengan tangan tanpa menggunakan mesin, sehingga kualitas jamu yang dihasilkan terjamin, sebab penggunaan mesin kadangkala dapat mengurangi kualitas dari bahan-bahan jamu yang dihasilkan. Demikian penjelasan dari Ibu Mega pemilik dari usaha jamu tradisional "Biyang Ramu".

Pemiliknya adalah seorang ibu rumah tangga yang ingin melestarikan budaya jamu tradisional Indonesia sehingga ia membuat usaha jamu ini dengan kualitas yang fresh untuk di konsumsi.

"Biyang Ramu" yang berlokasi di Kelapa Gading Jakarta Utara adalah salah satu pengusaha jamu rumahan yang ada di Jakarta. Bahan-bahan yang di gunakan  berkualitas baik. Ramuan jamu yang di sajikan juga beraneka ragam, seperti air jahe, kunyit asem, empon-empon dan beras kencur.

Air jahe terbuat dari bahan dasar jahe dan jahe merah ditambahkan gula aren sebagai pemanis rasa, serta untuk aroma diberi kayu manis dan sereh.

Kunyit Asem terbuat dari bahan kunyit, asam jawa, gula aren, kayu manis dan daun sirih

Jamu Empon atau di kenal empon-empon terbuat dari bahan kunyit, jahe, temulawak, sereh, kayu manis dan beras kencur, serta di beri sedikit gula aren. 

Beras Kencur berbahan dari kencur, jahe, sedikit beras, kayu manis dan daun pandan.

Harga yang di berikan berkisar antara Rp. 25.000 sampai dengan Rp. 50.000 rupiah. Di kemas didalam botol dengan dua ukuran kemasan yaitu kemasan botol ukuran 500ml dan kemasan ukuran satu liter. Semua di kemas cantik dan tersegel sehingga terjamin higenisnya.

Dengan promosi melalui media sosial dan dari mulut ke mulut, saat ini, "Biyang Ramu" telah menjangkau area Jabodetabek. 

Setiap hari minimal 24 botol pasti terjual, dan setiap bulan bisa terjual berkisar 70 botol bahkan lebih sesuai dengan pesanan yang masuk.

Ibu Hari Setiati Mega pemilik dari "Biyang Ramu", memulai usahanya pada tahun 2020 karena melihat peluang untuk membuat usaha jamu tradisional di masa pandemi ini. Dengan bermodalkan satu juta rupiah ia percaya usahanya ini dapat berjalan meskipun dalam kondisi ekonomi yang tidak baik karena pandemi, sebab ia tahu jamu telah terkenal di masyarakat kita sebagai salah satu minuman tradisional yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Usaha jamu tradisional "Biyang Ramu" milik Ibu Mega memang masih baru, tetapi telah banyak peminatnya, setiap bulan minimal dua juta rupiah bisa didapatkan oleh ibu Mega dari hasil usaha jamunya ini.

Memang benar saat ini bukan saat yang baik untuk ekonomi tetapi juga bukan saat yang buruk jika kita ingin memulai suatu bisnis yang baru apalagi ada suatu peluang meskipun di situasi terburuk sekalipun, seperti yang saat ini dijalankan oleh ibu Mega pemilik usaha jamu tradisional "Biyang Ramu" , selain untuk ekonomi keluarga, didalam dirinya juga memiliki keinginan untuk melestarikan budaya jamu tradisional bangsa kita.

UMKM Space Biyang Ramu-Ibu Mega
IG     @biyangramu
FB    Biyangramu