'Dapoer Nenek' Jajanan Tradisional Ala Kekinian

UMKM Space Dapoer Nenek

"Dapoer Nenek" jajanan tradisional ala kekinian, menyajikan camilan berupa asinan sayur, asinan buah dan ongol-ongol. Usaha kuliner yang marak dan banyak di gemari oleh masyarakat kita, khususnya bagi yang kangen dengan jajanan tempo doeloe. Banyak sekali jajanan tradisional yang sekarang di sajikan ala kekinian untuk menarik minat anak-anak milenial. Dahulu jajanan ini kita dapatkan dengan mudah di pasar-pasar tradisional, sekarang telah tergantikan dengan kuliner kekinian, tetapi masih mempertahankan rasa otentiknya.

"Dapoer Nenek" adalah usaha kuliner  yang di miliki oleh Rinditya Savitriani, wanita kelahiran Jakarta 1984, ia memulai usaha kulinernya sejak tahun 2015. Usaha yang telah berjalan kurang lebih lima tahun, sekarang telah maju dan banyak pelanggan. 

Setiap hari orderan yang masuk dapat mencapai dua puluh pesanan terkadang lebih, rata-rata perbulan Rindi dengan dua orang karyawannya melayani hingga seratus pesanan yang masuk, baik melalui media online maupun pesan di tempat. Selain info dari mulut ke mulut, demi kelancaran usahanya Rindi juga memanfaatkan fasilitas teknologi dari media sosial seperti facebook dan instagram

"Dapoer Nenek" yang beralamat di Vila Nusa Indah 3 Blok KC3 No. 2 Bogor Jawa Barat, telah merambah ke seluruh Jabodetabek melalui kerjasama Rindi dengan Gofood. Dengan area jangkauan yang luas ini, omset perbulan rata-rata Rindi dapat mencapai delapan juta rupiah.

Makanan yang di sajikan oleh "Dapoer Nenek", merupakan makanan tradisional khas Jawa Barat, yang diolah dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah di dapatkan di sekitar kita. 

Seperti Asinan Sayur, terbuat dari bumbu kacang, yang di sajikan dengan kerupuk merah dan kerupuk kuning, di beri buah nanas, bengkuang, yang di kombinasikan dengan sayur selada, ketimun, wortel, toge dan kol.  

Ada juga Asinan buah terdiri dari kedondong, nanas, salak, ketimun, bengkuang, pepaya dan mangga.

Yang terakhir adalah Ongol-ongol, makanan khas Jawa Barat terbuat dari perpaduan tepung beras dan sagu tani. Tahukah anda bahwa kue yang rasanya legit dan manis dengan tekstur lembut ini bukan makanan asli Indonesia? Tetapi dibawa oleh bala tentara Mongolia. Salah satu kue basah jajanan tradisional ini konon katanya merupakan makanan snack khas mongolia, dibawa oleh tentara Mongol ke Indonesia, pada saat itu nenek moyang kita terbiasa untuk menyebutkan sesuatu mirip dengan bunyinya atau nama pembuatnya, maka disebutlah kue 'ongol-ongol' 😄

Harga makanan "Dapoer Nenek" tidak berat di kantong, seporsi asinan berkisar Rp. 15.ooo, dan Ongol-0ngol Rp. 25.000 untuk ukuran setengah loyang, bagi yang ingin satu loyang dapat memesan dengan harga Rp. 40.000.

Usaha kuliner yang bermodalkan satu juta rupiah telah membawa Rindi menjadi perempuan pengusaha makanan kecil yang mapan. Meskipun ditengah kesibukkannya sebagai ibu rumah tangga dengan tiga orang anak, Rindi telah membuktikan bahwa jika kita ingin giat berusaha maka semua akan memberikan berkah.

UMKM Space Dapoer Nenek