Pak Har Usahawan Kerajinan Kayu Dari Jepara

UMKM Space Barkah Furniture

Jepara telah dikenal dengan seni ukirannya, produk-produk mebel ukir Jepara sangat terkenal dan sangat disukai oleh manca negara. Jepara sebagai kota ukir, sekarang telah berubah menjadi kota ukir dunia, terkenal dengan sebutan "The World Carving Center", suatu prestasi yang memberikan kebanggaan bagi kita sebagai rakyat Indonesia.

Ada seorang Pria bernama Pak Hariyanto penduduk Jepara yang merantau ke Jakarta, meskipun merantau jauh dari kampung halamannya, tetapi warisan keahlian seni ukir mebel tetap melekat didalam diri Pak Har.

Pak Har, demikian panggilan akrab pria kelahiran Jepara ini telah memulai usahanya sejak tahun 2010, sebelumnya ia sempat bekerja di pabrik mebel sebagai karyawan borongan. Keahliaannya dalam membuat kerajinan dari kayu, telah membawanya untuk menjadi seorang pengusaha kecil yang handal. Selain kemampuannya dalam hal pertukangan, pengalamannya selama ini dalam membuat perabotan dari kayu telah membuat ia di kenal hampir seluruh nusantara, khususnya Jakarta dan Bali. 

Hotel - hotel dan pabrik-pabrik mebel terkenal banyak yang memesan dari Pak Har, salah satunya seperti Shangrilla, Pakubuwono, Hotel Ayana Bali, dan banyak lagi. 

Karyawannya yang di pekerjakan bersifat lepasan atau borongan, jadi tidak terikat, jika sedang banyak pesanan, dalam satu hari karyawannya bisa mencapai 50 orang pengrajin pertukangan. Rata- rata minimal setiap hari Pak Har membuat 4 buah kursi jika pesanan sedang sepi. Tetapi jika pesanan sedang banyak bisa ratusan mebel di buat, dari kursi, rak, tempat tidur, sampai dengan tempat duduk selojor kolam renang.

Pesanan datang kepada Pak Har, bukan dari iklan atau media sosial, tetapi dari mulut ke mulut. Usaha dengan nama 'Barkah Furniture' yang di kelola sendiri oleh Pak Hariyanto tanpa di sadari telah berjalan sepuluh tahun.

Lokasi usahanya yang bertempat di Jl. parigi Desa Sukabakti Kecamatan Curug Tangerang Banten, telah memberikan banyak bantuan kepada para pengrajin di daerah sekitar untuk memiliki peluang pekerjaan yang membantu ekonomi keluarga mereka.

Pria kelahiran 1971 memulai usahanya ini dengan modal Nol rupiah, hanya dengan bermodalkan uang DP dari pemesan, Pak Har memulai usahanya ini. 

Harga rata-rata satu perabot kisaran dari tujuh ratus ribu rupiah sampai dengan tujuh juta rupiah, tergantung dari tingkat kesulitan pesanan dan bahan kayu yang di gunakan.

Kayu yang di gunakan dari lokal sampai dengan import, seperti mahoni, sungkay, atau jati. Untuk bahan kayu import biasanya tidak disediakan oleh Pak Har, tetapi di sediakan langsung oleh pemesan untuk di kerjakan.

Cara pemesanan biasanya konsumen memberikan contoh perabot atau mebel yang mau di buat, berupa foto atau gambar, dan langsung di kerjakan oleh Pak Har dan teman-teman pengrajinnya. 

Pesanan yang masuk bersifat nasional, harga yang di patok belum termasuk ongkos kirim. Rata-rata penghasilan perbulan berkisar dari 20 jutaan sampai dengan 100 jutaan, semua tergantung musim orderan, kadang sepi kadang ramai.

Usaha 'Barkah Furniture' menurut Pak Hariyanto, di mulai karena ada keinginan untuk maju, serta adanya kemauan untuk terus belajar agar keahliaannya dalam hal seni pertukangan kayu dapat terus di asah sehingga dapat mengikuti perkembangan jaman.

UMKM Space Pak Har Barkah Furniture