'Martabak Anggun' Sebuah Peluang Usaha Dimasa Pandemi

UMKM Space Martabak Anggun

Martabak Anggun, yang berlokasi di karet kuningan, belakang setiabudi, Jakarta Selatan ini sangat banyak peminatnya, khususnya bagi yang ingin makan camilan di tengah malam, sebab Martabak Anggun di buka 24 jam. Pada tengah malam banyak Driver Gojek & Grab yang mengantri untuk memenuhi orderan.

Nama 'Martabak Anggun' diambil dari nama putri pemilik yang berusia 6 tahun. Pemiliknya, Gunawan memulai usahanya ini pada tahun 2019. Tujuannya pada saat itu adalah ia ingin memiliki usaha sendiri, sebab selama bertahun-tahun telah bekerja dengan orang lain, ingin rasanya bisa mandiri. Lalu bermodalkan niat serta pengalaman kerja selama ini di tempat usaha martabak lainnya, maka Gunawan memulai usaha 'Martabak Anggun'-nya .

Usaha ini dia rintis bersama dengan istri tercintanya Satimah. Berdua mereka memulai berjualan, awalnya mereka membuka usaha martabak ini dengan membeli semua peralatan dari kompor, panggangan, penggorengan dan bahan-bahan dengan bermodalkan lima belas juta rupiah dari hasil tabungan selama bekerja sebagai karyawan. Sekarang semua hasil usaha berdua mulai membuahkan hasil, orderan mulai meningkat, maka Gunawan mempekerjakan satu orang pegawai untuk membantu dia dan istrinya berjualan.

Dikarenakan banyaknya peminat, maka dalam waktu beberapa bulan, Gunawan sudah balik modal. Sebab usaha yang baru dirintis belum sampai dua tahun ini telah mampu memberikan omset perbulan lima belas juta. Tetapi kata Gunawan : "sejak Covid pendapatan menurun, sekarang rata-rata perbulan sembilan jutaan." Namun demikian Gunawan dan Istri tidak menyerah, mereka optimis bahwa jika usaha dengan niat yang baik maka rejeki pasti ada.

Sejak dari awal dibuka usaha ini, Gunawan sudah bermitra dengan Grabfood dan Gofood, tujuannya adalah untuk mempermudah pengembangan usahanya. Wilayah jangkauannya saat ini masih Jakarta dan sekitarnya, namun Gunawan tidak menutup kemungkinan jika diperluas sampai dengan seluruh nusantara.

Varian produknya-pun bermacam-macam, varian utamanya ada tiga, yaitu :

Martabak Manis, terdiri dari martabak manis loyang besar dan martabak manis loyang kecil, terbuat dari tepung, margarin, gula, garam, soda kue, di olah dan di panggang.

Martabak Telor, terdiri dari martabak telor ayam loyang besar & loyang kecil dan martabak telor bebek loyang besar & loyang kecil, terbuat dari terigu, garam, mecin, telor, daun bawang,  bawang bombay, diolah lalu di goreng. 

Ubi Lumer, terdiri dari ubi lumer polos & ubi lumer dengan toping keju, semua di isi dengan coklat,  terbuat dari ubi unggu, coklat batangan, tepung roti, di olah dan di goreng, di beri toping keju (jika diminta)

Ubi lumer adalah varian terbaru dari Martabak Anggun, meskipun baru, peminatnya juga sudah banyak. rata-rata produksi perhari dapat mencapai 20 loyang pada kondisi sebelum pandemi, tetapi sejak Covid ada penurunan produksi, rata-rata perbulan sejak pandemi hanya kisaran 20-an loyang, atau 5 loyang perhari untuk setiap varian produknya.

Usaha Gunawan dan istrinya Satimah dengan kedai kecil yang disewa di Jl. KH Royani I no. 25B adalah suatu peluang usaha yang sangat menjanjikan, apalagi dimasa pandemi banyak orang dirumah, pasti membutuhkan camilan hangat seperti martabak buatan Gunawan ini.

Bagi rekan-rekan yang berminat ingin belajar usaha seperti Gunawan ataupun ingin menanamkan modal bagi pengembangan usaha Gunawan dengan Martabak Anggun-nya ini, silahkan menghubungi disini 👇


UMKM Space Gunawan Martabak Anggun
FB   Satimah Gunawan