Taplak Kain Perca Dwi Rahayu Karya Tangan Kreatifitas Anak Bangsa

UMKM Space Taplak Kain Perca Dwi Rahayu

Tentunya kita tidak asing lagi dengan kerajinan tangan yang menggunakan sisa-sisa bahan jahitan atau yang disebut sebagai kain perca. Kerajinan tangan kain perca merupakan salah satu kerajinan tangan paling tua di dunia, teknik menggabungkan potongan-potongan kain telah ada ribuan tahun yang lampau, bahkan sejarah pernah mencatat pada masa Mesir dan Cina Kuno pernah melapisi baju perang mereka dengan kain perca. Pada abad 11 dan 12 masehi kain perca banyak dibuat sebagai selimut, baju dan lainnya. Sejak abad 19 masehi di Amerika, Eropa, Cina dan Mesir kerajinan dari kain perca mengalami perkembangan pesat bahkan telah sampai Indonesia. Kini kain perca tidak hanya di pandang sebagai kerajinan tangan biasa namun juga dinilai sebagai suatu seni, karena itu belakangan kerajinan kain perca tidak lagi menggunakan sisa-sisa potongan kain bekas jahitan namun seringkali produsen atau pembuatnya membeli kain baru dengan motif yang unik dan cantik untuk di kreasikan.

Nahh...inilah yang sedang di kerjakan oleh Dwi Rahayu belakangan ini, tepatnya sejak Covid-19 melanda masuk ke Indonesia pada Maret 2020. Wanita kelahiran Madiun 1964 ini awalnya coba-coba membuat taplak dari berbagai kain sisa, ternyata hasilnya bagus dan mendapat sambutan dari saudara serta teman-teman dekatnya. Sejak saat itu Dwi menerima orderan membuat taplak kain perca, tetapi Dwi tidak menggunakan bahan sisa jahitan lagi melainkan membeli kain baru sesuai pesanan, sebab jika di buat dari kain sisa agak sulit membuat sesuai pesanan, dikarenakan model dan motif setiap pesanan tidak selalu sama.

Dengan bermodalkan lima ratus ribu rupiah maka Dwi mulai berkreasi, dalam waktu satu bulan Dwi mampu menghasilkan sepuluh lembar taplak yang cantik, dengan waktu tiga hari kerja untuk mendapatkan satu taplak.

Harga untuk satu taplak berkisar antara Rp. 200.000 sampai dengan Rp. 250.000, rata-rata perminggu minimal penghasilan Dwi berkisar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah.

Saat ini produk kain perca buatan Dwi juga telah masuk dan akan dipasarkan oleh KOPERWAN (Koperasi Peran Serta Wanita Bogor) sebuah koperasi yang baru dibentuk untuk kabupaten Bogor. Dengan melihat kondisi ini Dwi yakin bahwa usahanya dapat berjalan dan berkembang tidak hanya untuk wilayah di tempat tinggalnya di Bojong Kulur Gunung Putri Bogor saja tetapi juga bisa sampai keseluruh Indonesia.

Pemasaran yang saat ini gencar di lakukan oleh Dwi selain promosi melalui teman-teman dekatnya serta dibantu keluarga, ia juga memanfaatkan media sosial seperti facebook dan instagram, kedua media sosial yang ampuh untuk menjangkau banyak kolega di seluruh tanah air bahkan sampai seluruh dunia, apalagi dengan kondisi PSBB ketat dari pemerintah saat ini, tidak bisa kemana-mana dan hanya dapat bekerja dan berproduktifitas dari rumah saja.

Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berlalu, namun meskipun pandemi Covid-19 ini masih ada, biarlah tidak mematahkan semangat kita untuk aktif dan produktif meskipun di rumah saja, seperti yang dilakukan oleh Dwi, ia dapat berkarya melalui ketrampilan yang dimilikinya bahkan sambil berkarya dia juga membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Kitapun bisa seperti Dwi, menghasilkan dengan karya-karya kita atau bahkan jika ada yang berminat membantu memasarkan atau bekerjasama untuk pengembangan  usaha kerajinan 'Taplak Kain Perca'  karya Dwi Rahayu ini dapat menghubungi :

IG    @ayurahayu
FB   Ayu Rahayu